Bagian 1 dari 3: Menetapkan Tujuan Hidup
-
1Pikirkan apa yang Anda inginkan. Banyak orang yang belum tahu secara jelas apa yang mereka inginkan dalam hidup mereka. Pada langkah pertama ini, Anda harus mengubah ide tentang “kebahagiaan” atau “keamanan” menjadi hal-hal yang ingin Anda lakukan.
- Siapkan bolpoin dan kertas lalu mulailah menulis hal-hal yang Anda anggap penting dalam hidup Anda. Untuk saat ini, tidak apa-apa jika Anda menulis hal-hal yang umum, tetapi jangan yang samar-samar.
- Contohnya, jika kata pertama yang muncul dalam pikiran Anda adalah “kebahagiaan”, tidak apa-apa. Tetapi, coba jelaskan apa arti “kebahagiaan” bagi Anda? Seperti apa kehidupan yang bahagia menurut Anda?[1]
-
2Tulislah tentang diri sendiri. Salah satu cara menjelaskan hal yang umum agar menjadi lebih spesifik adalah dengan menulis tentang diri sendiri. Mulailah dengan mengenali kepribadian dan minat Anda untuk mengetahui apa hal-hal yang penting bagi Anda.[2]
- Tulislah cara Anda menikmati waktu luang. Mulailah mencari inspirasi dengan menulis semua kegiatan yang Anda sukai dan apa yang membuat Anda senang.[3]
- Jangan membatasi hanya pada kegiatan atau pengalaman yang Anda anggap bermanfaat atau “baik untuk dilakukan”. Tujuan dari mencari inspirasi adalah untuk mengumpulkan ide sebanyak mungkin yang bisa saja berguna dalam proses selanjutnya.
- Tulislah hal-hal yang Anda sukai dan/atau ingin Anda pelajari lebih jauh. Apakah Anda menyukai sains? Sastra? Musik? Salah satunya mungkin merupakan impian hidup Anda.
- Tulislah aspek apa dari diri sendiri yang ingin Anda kembangkan. Apakah Anda ingin mengembangkan keterampilan untuk menjadi pembicara publik? Menjadi penulis? Menjadi fotografer? Semua ini juga bisa menjadi impian hidup Anda.
-
3Bayangkan masa depan Anda. Cobalah membayangkan seperti apa masa depan Anda. Ajukan pertanyaan kepada diri sendiri agar Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih detail.[4] Contohnya, bayangkan Anda ingin membuat keputusan karier jangka panjang. Coba ajukan beberapa pertanyaan berikut:
- Jam berapa Anda ingin bangun pagi setiap hari?
- Anda ingin tinggal di mana? Di kota? Di pinggir kota? Di luar negeri?
- Siapa saja yang ada di rumah saat Anda bangun pagi? Apakah Anda ingin berkeluarga? Jika ya, tempat kerja yang lokasinya jauh dari rumah mungkin bukan pilihan yang tepat.
- Berapa penghasilan yang Anda inginkan?
- Jawaban atas pertanyaan tadi mungkin belum cukup untuk memilih pekerjaan tertentu yang Anda impikan, tetapi Anda bisa menggunakannya sebagai panduan.
-
4Tentukan tujuan yang spesifik. Setelah mencari inspirasi, tentunya Anda sudah mendapatkan ide tentang apa yang Anda inginkan dalam hidup. Bahkan mungkin ada beberapa keinginan! Sekarang, nyatakan keinginan Anda secara spesifik.[5]
- Contohnya, saat ini mungkin timbul gagasan bahwa Anda ingin menjadi ilmuwan. Awal yang baik! Tetapi, coba pikirkan, apa bidang ilmu yang Anda inginkan. Apakah Anda ingin menjadi ahli kimia? Ahli fisika? Ahli astronomi?
- Tentukan tujuan yang paling spesifik. Bayangkan Anda sudah memilih jalan hidup yang paling tepat dengan menjadi ahli kimia. Sekarang, ajukan pertanyaan kepada diri sendiri apa yang ingin Anda lakukan di bidang ini. Apakah Anda ingin bekerja di perusahaan pribadi untuk mengembangkan produk baru? Atau, apakah Anda ingin mengajar ilmu kimia di universitas?
-
5Pikirkan alasannya. Saat ini, mungkin Anda akan menghadapi beberapa pertentangan besar terhadap tujuan hidup Anda. Ujilah satu per satu dan ajukan pertanyaan kepada diri sendiri: “Mengapa aku memilih tujuan ini?” Jawaban yang muncul bisa saja mengubah tujuan yang sudah Anda tentukan tadi.[6]
- Contohnya, katakan Anda sudah memutuskan ingin “menjadi ahli bedah”. Anda juga sudah bertanya mengapa dan jawabannya, karena ahli bedah berpenghasilan besar dan dihormati. Alasan tersebut memang baik. Tetapi, jika Anda memutuskan hanya karena alasan tersebut, ada pekerjaan lain yang sama baiknya. Anda harus banyak belajar agar bisa menjadi ahli bedah. Pekerjaan ini akan menuntut Anda bekerja tanpa jadwal kerja yang tetap. Jika alasan ini kurang menarik, coba pertimbangkan rencana lain agar Anda bisa mencapai tujuan yang hasilnya sama dalam hal kekayaan dan penghargaan.
Bagian 2 dari 3: Membuat Rencana Pencapaian
-
1Tentukan peringkat tujuan. Jika ada beberapa (atau banyak) tujuan hidup, Anda harus membuat rencana pencapaian dengan baik. Mulailah dengan menentukan prioritas.
- Dengan menentukan tujuan atau beberapa tujuan yang paling penting, Anda akan tahu tujuan mana yang pertama-tama harus Anda capai.
- Saat ini, mungkin Anda juga harus mencoret tujuan tertentu dari daftar, misalnya jika ada beberapa tujuan yang tidak mungkin dicapai secara bersamaan. Contohnya, Anda tidak bisa menjadi dokter dan menjadi astronot sekaligus menjadi pemain musik rok terkenal. Ada tujuan tertentu yang harus diperjuangkan seumur hidup dan tidak mungkin dilakukan pada waktu yang sama.
- Ada beberapa tujuan yang bisa digabungkan. Contohnya, jika Anda senang memasak makanan padang dan ingin membuka restoran, gabungkan kedua hal tersebut menjadi tujuan baru: membuka restoran padang.
- Salah satu tujuan dari penentuan peringkat ini adalah untuk menilai komitmen Anda terhadap setiap tujuan. Tujuan jangka panjang tidak akan tercapai jika Anda tidak berkomitmen untuk mencapainya, apalagi jika ada tujuan lain yang menurut Anda jauh lebih penting.[7]
-
2Kumpulkan informasi pendukung. Setelah Anda menentukan sebuah atau beberapa tujuan yang saling mendukung, mulailah mencari tahu cara mencapainya.[8] Ajukan beberapa pertanyaan berikut:
- Keterampilan apa yang harus Anda kuasai?
- Apa kriteria bidang pendidikan yang Anda butuhkan?
- Apa saja sumber-sumber yang harus Anda miliki?
- Berapa lama Anda harus berjuang?
-
3Tentukan tujuan antara. Perjuangan mencapai tujuan adalah proses yang panjang dan rumit. Berdasarkan pengetahuan Anda tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan, langkah berikutnya adalah menguraikan tujuan menjadi beberapa tujuan antara.
- Dengan adanya tujuan antara, Anda bisa lebih mudah mengelola proses pencapaian tujuan dengan menentukan rencana langkah demi langkah untuk mencapai tujuan akhir.[9]
- Tentukan tujuan antara yang terukur dan berwujud. Dengan kata lain, harus ada definisi yang jelas dari setiap tujuan antara agar Anda bisa menentukan dengan mudah apakah tujuan ini sudah tercapai.[10]
- Contohnya, jika tujuan Anda adalah membuka restoran padang, tujuan antara yang harus Anda tentukan adalah menabung uang sampai jumlah tertentu, mencari lokasi, merancang interior ruangan, menyiapkan furnitur, membeli polis asuransi, mengurus berbagai perizinan dan lisensi, merekrut karyawan, dan akhirnya, mengadakan acara pembukaan.
- Saat berusaha mencapai tujuan jangka panjang, adakalanya Anda merasa seperti sedang berjalan di tempat. Akan tetapi, dengan adanya daftar tujuan antara yang mudah dilakukan dan jelas, kemajuan yang sudah tercapai akan lebih mudah terlihat sehingga Anda tidak mudah menyerah.
-
4Tentukan tenggat. Setelah Anda menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan secara terperinci, tentukan tenggat. Buatlah perkiraan yang masuk akal, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan antara dan tentukan tenggat pencapaiannya.
- Penentuan tenggat bisa menjadi sumber motivasi dengan membuat Anda merasakan adanya urgensi. Selain itu, Anda juga akan merasa bertanggung jawab untuk mencapai tujuan pada waktu tertentu, alih-alih membiarkan hal ini mengacaukan daftar prioritas Anda.[11]
- Menggunakan contoh membuka restoran tadi, jika Anda ingin menabung Rp100 juta dalam tiga tahun, bagilah jumlah tersebut menjadi Rp2,8 juta per bulan. Dengan demikian, Anda akan selalu ingat harus menyisihkan uang tersebut setiap bulan, alih-alih menggunakannya untuk kebutuhan yang lain.
-
5Buatlah rencana untuk menghadapi kendala. Pada akhirnya, cobalah membayangkan adanya hal-hal yang bisa merintangi tercapainya tujuan Anda. Mengantisipasi kemungkinan terjadinya kendala yang harus dihadapi akan membantu Anda menyiapkan rencana untuk menghadapinya, jika benar-benar terjadi.[12]
- Contohnya, bayangkan Anda sudah memutuskan ingin menjadi ahli di bidang penelitian kimia. Untuk itu, Anda akan mendaftarkan diri untuk ikut kuliah ilmu kimia di universitas ternama. Apa yang terjadi jika Anda tidak diterima? Apakah Anda akan mendaftarkan diri di tempat lain? Jika ya, mungkin Anda sudah harus mendaftar di universitas lain sebelum ada pengumuman dari universitas yang pertama. Atau, Anda baru mau mendaftar lagi tahun depan. Jika ya, apa yang akan Anda lakukan selama setahun ini agar aplikasi pendaftaran Anda lebih baik?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar